Sombong tidak membawa kita ke arah yg lebih baik

Marah-marah dengan pramusaji karena tidak cekatan atau pesanan tidak sesuai. Mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan karena merasa bahwa pelanggan adalah yang paling benar.

Berpikir bahwa pengemis adalah malas dan karena itulah mereka miskin.

Berkomentar terhadap artis yg berparas rupawan mempunyai pasangan dengan paras tidak rupawan. ‘Ko bisa ya sama dia, masih mending gue kemana2’

Tiga kasus di atas adalah contoh perbuatan yg bersumber pada kesombongan. Sombong karena kuasa, sombong karena harta dan sombong karena keindahan fisik.

Mari kita umpamakan melihat diri kita dari atas. Manusia>rumah/apartemen>RT>RW>Kelurahan/Desa>Kecamatan>Kabupaten/Kotamadya/Kotif>Provinsi>Pulau>Negara>Benua>Bumi>Tata Surya>Galaksi>Grup Galaksi>Cluster Galaksi>Super Cluster Galaksi>Alam Semesta

Yang berhak sombong adalah bukan kita yg kecil ini tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Semesta Alam. Jadi kalau sampai terbersit kesombongan dalam diri kita, yuk istighfar.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS Lukman: 18)

Advertisements