Laknat yang Berbalik

If I do not have anything good to say, then I say nothing. It is easier said than done..

Godaan untuk berkomentar buruk tentang orang lain itu sangat besar. Sungguh mudah untuk melihat ‘cela’ orang lain dibandingkan dengan melihat ‘kelebihan’ mereka. Terkadang mencela orang lain (termasuk di dalamnya perbuatan meledek) dilakukan untuk melucu.

“Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit, dan tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu akan turun lagi ke bumi, namun pintu-pintu bumi telah tetutup. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri, jika tidak mendapatkan tempat berlabuh, ia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika layak dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat.” (HR Abu Daud)

Yang membuat saya tersentak adalah kata2 “layak dilaknat.” Selama ini, melaknat dilakukan berdasarkan suasana hati saja. Apakah manusia dapat menentukan kelayakan manusia lainnya untuk dilaknat? Menurut saya pribadi, tidak. Hanya Allah yg dapat menentukannya. Nah kalau memang kita tidak dapat, lalu seberapa sering laknat yg kita lakukan terhadap orang lain yang akhirnya berbalik ke kita?

Yuk Istighfar!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s